Secara historis, wilayah Keumala sendiri memiliki akar sejarah yang sangat kuat, pernah menjadi pusat pertahanan dan ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam (sekitar tahun 1873–1903 M) di masa kolonial Belanda. Desa Pulo Pante dan desa-desa di sekitarnya berkembang sebagai kawasan penyangga yang erat kaitannya dengan sejarah kerajaan dan perjuangan masyarakat local.
Dalam konteks sejarah modern, Gampong Pulo Pante juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah kelam Aceh pada masa Daerah Operasi Militer (DOM) di tahun 1989-1998, yang menyisakan catatan sejarah tentang penyintas dan korban peristiwa kekerasan di wilayah tersebut.